"Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."
Momen berkesan itu terjadi secara tak terduga, di saat kami berdua masih menjadi orang asing yang tak saling kenal. Saat itu, kami kebetulan pulang sekolah dan berjalan di jalan yang sama. Tidak ada sapaan, tidak ada percakapan, hanya kebetulan belaka yang mempertemukan dua insan yang bahkan tak memiliki firasat apa pun. Pada saat itu, perasaan saya masih biasa saja, tidak ada getaran spesial, dan kami melanjutkan jalan masing-masing.
Menjalin Hubungan
Waktu terus berjalan, dan takdir kembali mempertemukan kami. Hubungan kami mulai bersemi, pendekatan, pengenalan diri masing-masing dan saling memahami apa itu arti sebuah perjalanan dan berjanji saling berkomitmen, hingga setahun yang lalu, saya sadar bahwa inilah saatnya. Saya menemui kedua orang tuanya dan dengan tulus memohon restu untuk melamar putri mereka. Momen itu menjadi saksi dari keseriusan hati kami. Kami sepakat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, memulai perjalanan yang kami bangun bersama.
Lamaran
Sejak saat itu, kami memulai perjalanan bersama, bukan hanya sekadar berjalan beriringan, melainkan juga saling belajar dan tumbuh bersama. Atas rida Tuhan dan restu orang tua, kami berjanji sehidup semati. Kini, babak baru dalam hidup kami dimulai, siap menapaki setiap langkah sebagai pasangan yang akan selamanya belajar untuk saling melengkapi.
Wedding Gift
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara digital.
Selamat menempuh babak baru perjalanan panjang penuh bahagia, kasim dan mempelai. segala hal baik merekah seiring langkah menapaki seruas jalan panjang yang membentang penuh suka cita.
ini buket onlinenyaa, hehe 💐
selamat ya onti kuuuu, yg slalu kembaran dri kecil, ga kerasa bgt trnyata kita udah besar ya bi, harusnya akuu liat ga siiii klo km nikah gini, sayangnya kita jauhan, huhuu sedih bgt, but its okey doa ku menyertai kedua mempelai yaa, semoga menjadi hubungan yang samawa ya biii, kasimmm nitippp ontiii kuuu yaa, jaga dia baik2 sebagaimana orang tua serta kluarganya menjaga dan membesarkan diaaa 🥰
ho,oh sim, wilujeng nya! manteplah 😄Akhirnya kritikmu soal sistem pernikahan akan segera diuji langsung di lapangan.
Ingat, kalau nanti istri bilang ‘nggak papa’, itu bukan berarti bebas berpendapat, itu tanda darurat politik rumah tangga 😆